Created by Nanang Grande
"Mencintaimu itu mudah, Karena Kau begitu Indah", Gumam Alvin dalam hati, sembari membuka bait-bait profile foto di setiap file picture HP miliknya.
"Namun, apakah Engkau masih seperti yang dulu?"
Entah angin apa yang membulatkan niat Alvin malam ini. Hingga ia bergegas dalam jutaan perasaan maras
mengiringi bersama laju motornya. Di setiap kedipan matanya menghalau
angin, ketika itu pula membayang wajah Dara yang 30 menit sebelumnya
tiba-tiba menelfonnya dengan kabar baiknya sudah menunggunya di taman
Monas. Terdengar isak tangis dalam suara yang tak lain adalah gadis
yang pernah ada, tentunya dalam hatinya.
Dan itu,
sudah 6 tahun yang lalu ketika terakhir kalinya Alvin meminjam sebuah
Buku dan tak dapat dikembalikan, karena sang Gadis seperti menghilang.
Sampai Akhirnya Alvin menetap di Jakarta, hingga saat ini.
Di
tempat dimana orang-orang berlalu lalang, lampu warna-warni menghias
di setiap jalan. Alvin menghentikan laju motornya. Tak lama kemudian Ia
berjalan menyapu luasnya taman. Diantaranya ada yang ramai dengan
nyanyian pada iringan petikan gitar, orang-orang duduk memanjang di
kerumunan penjual kopi. Dan ada pula yang hanya duduk bercengkrama
dengan selingan tawa di setiap gurauan seseorang yang tengah duduk
memegang bunga di samping seorang gadis.
Alvin melanjutkan langkahnya, pandangan tertuju pada gadis yang berdiri di samping pohon di tepian air mancur.
Alvin mengeluarkan HP dalam sakunya.
"Aku
dibelakang mu, Dara", segera gadis itu menoleh dan menghampiri Alvin.
Nampak senyum manis menyirat di bibir gadis yang mengenakan syal
panjang melingkar di lehernya itu.
"Apa kabarmu,
Dara", Alvin mengawali ucapan yang sebelumnya hanya saling bertatapan
itu. Alvin memegang tangan gadis itu, sesekali Ia mengusap rambut serta
membelainya.
"Kamu Cantik, dan Aku tak pernah salah
dengan perasaanku hingga saat ini ku ada di hadapanmu, Dara", Alvin
memulai ucapannya lagi di depan Dara yang terus menatap kosong.
"Aku tak tau apa arti tatapanmu itu sekarang, Apakah Kamu hendak bercerita panjang? Aku siap mendengarmu, Dara",
Tak
lama tangan gadis itu mengayun menghampiri tangan Alvin yang selama
itu masih Ia masukkan dalam saku sweaternya. Dan memang seperti hendak
mengajaknya ke suatu tempat. Alvin mengikuti langkah Dara menuju tempat
ia berdiri tadi, tempat dimana sepertinya Dara hendak menanggalkan
cerita.
"Dara, Kamu masih ingat buku ini? Aku dulu
pinjam dan tak tau harus dikemanakan. Aku sudah selesai membacanya.
Namun nyatanya kamu menghilang",
Alvin mengeluarkan sebuah buku tebal yang Ia bawa dibalik sweaternya.
"Daun Berserakan" karya Palgunadi T. Setyawan
,
Dan
lagi, gadis itu pun hanya diam dan berlalu melangkah mengambil daun
kering yang ada di dekat kakinya. Lalu Ia celupkan ke kolam yang tak
jauh dari mereka berdiri tadi dan kembali menghampiri Alvin yang
terlihat sudah duduk menyandar ke pohon.
"Aku ingin seperti ini, Vin", suara lembut keluar dari bibir gadis cantik itu.
Alvin
hanya tersenyum. Sejengkal di hadapannya, Dara menunjukan daun yang
sepertinya tetap kering walau sudah ia segarkan kembali dengan segarnya
air. Dara meletakkan tas nya dan lalu menyandarkan tubuhnya ke tubuh
Alvin yang kontan terasa detakan kencang jantungnya. Dara tetap
menaruhkankan tangannya kepada sorotan cahaya lampu taman yang
menyelinap di balik dedaunan. Hembusan nafas kencang sangat terasa di
balik telinga gadis itu hingga helaian rambut gadis itu mengusap
hangat.
"dan Aku ingin seperti daun ini, Vin",
Dara
mengerutkan daun yang Ia selipkan diantara jarinya itu. Dan Ia pun
memegang erat tangan Alvin hingga Dara pun tertidur dalam Sandaran
lelaki yang dulu pernah mengisi hatinya itu.
The girl's a fool
She broke the rule
She hurt him hard
This time he will break down
She's lost his trust
And so she must
Know all is lost
The system has broke down
Romance has broke down
This boy is crackin' up
This boy has broken down
This boy is crackin' up
This boy has broke down
Old Town ~ The Corrs
Apa yang aku rasakan saat ini, Aku hanya ingin mendengarkan seseorang menyanyikan lagu itu untukku sekarang.
Dan
malam pun terasa kian hangat bersamaan dengan belaian lembut tangan
Alvin serta pelukan yang memang sudah ia siapkan hanya untuk Dara.
~
Ya Sudahlah, Biarkan mereka berdua suruh melanjutkan cerita ini sendiri. Merekalah yang lebih tau,,,
HEART R BROKEN WHEN LOVE R UNSPOKEN
~end~
jkt 10.04 pm
25 Mei 2013@Taman Monas



No comments :
Post a Comment