Thursday, October 16, 2014

Daun Berserakan

Created by Nanang Grande




"Mencintaimu itu mudah, Karena Kau begitu Indah", Gumam Alvin dalam hati, sembari membuka bait-bait profile foto di setiap file picture HP miliknya.

"Namun, apakah Engkau masih seperti yang dulu?"


Entah angin apa yang membulatkan niat Alvin malam ini. Hingga ia bergegas dalam jutaan perasaan maras mengiringi bersama laju motornya. Di setiap kedipan matanya menghalau angin, ketika itu pula membayang wajah Dara yang 30 menit sebelumnya tiba-tiba menelfonnya dengan kabar baiknya sudah menunggunya di taman Monas. Terdengar isak tangis dalam suara yang tak lain adalah gadis yang pernah ada, tentunya dalam hatinya.

Dan itu, sudah 6 tahun yang lalu ketika terakhir kalinya Alvin meminjam sebuah Buku dan tak dapat dikembalikan, karena sang Gadis seperti menghilang. Sampai Akhirnya Alvin menetap di Jakarta, hingga saat ini.

Di tempat dimana orang-orang berlalu lalang, lampu warna-warni menghias di setiap jalan. Alvin menghentikan laju motornya. Tak lama kemudian Ia berjalan menyapu luasnya taman. Diantaranya ada yang ramai dengan nyanyian pada iringan petikan gitar, orang-orang duduk memanjang di kerumunan penjual kopi. Dan ada pula yang hanya duduk bercengkrama dengan selingan tawa di setiap gurauan seseorang yang tengah duduk memegang bunga di samping seorang gadis.

Alvin melanjutkan langkahnya, pandangan tertuju pada gadis yang berdiri di samping pohon di tepian air mancur.

Alvin mengeluarkan HP dalam sakunya.

"Aku dibelakang mu, Dara", segera gadis itu menoleh dan menghampiri Alvin. Nampak senyum manis menyirat di bibir gadis yang mengenakan syal panjang melingkar di lehernya itu.

"Apa kabarmu, Dara", Alvin mengawali ucapan yang sebelumnya hanya saling bertatapan itu. Alvin memegang tangan gadis itu, sesekali Ia mengusap rambut serta membelainya.

"Kamu Cantik, dan Aku tak pernah salah dengan perasaanku hingga saat ini ku ada di hadapanmu, Dara", Alvin memulai ucapannya lagi di depan Dara yang terus menatap kosong.

"Aku tak tau apa arti tatapanmu itu sekarang, Apakah Kamu hendak bercerita panjang? Aku siap mendengarmu, Dara",

Tak lama tangan gadis itu mengayun menghampiri tangan Alvin yang selama itu masih Ia masukkan dalam saku sweaternya. Dan memang seperti hendak mengajaknya ke suatu tempat. Alvin mengikuti langkah Dara menuju tempat ia berdiri tadi, tempat dimana sepertinya Dara hendak menanggalkan cerita.

"Dara, Kamu masih ingat buku ini? Aku dulu pinjam dan tak tau harus dikemanakan. Aku sudah selesai membacanya. Namun nyatanya kamu menghilang",

Alvin mengeluarkan sebuah buku tebal yang Ia bawa dibalik sweaternya.

"Daun Berserakan" karya Palgunadi T. Setyawan  
,

Dan lagi, gadis itu pun hanya diam dan berlalu melangkah mengambil daun kering yang ada di dekat kakinya. Lalu Ia celupkan ke kolam yang tak jauh dari mereka berdiri tadi dan kembali menghampiri Alvin yang terlihat sudah duduk menyandar ke pohon.

"Aku ingin seperti ini, Vin", suara lembut keluar dari bibir gadis cantik itu.

Alvin hanya tersenyum. Sejengkal di hadapannya, Dara menunjukan daun yang sepertinya tetap kering walau sudah ia segarkan kembali dengan segarnya air. Dara meletakkan tas nya dan lalu menyandarkan tubuhnya ke tubuh Alvin yang kontan terasa detakan kencang jantungnya. Dara tetap menaruhkankan tangannya kepada sorotan cahaya lampu taman yang menyelinap di balik dedaunan. Hembusan nafas kencang sangat terasa di balik telinga gadis itu hingga helaian rambut gadis itu mengusap hangat.

"dan Aku ingin seperti daun ini, Vin",

Dara mengerutkan daun yang Ia selipkan diantara jarinya itu. Dan Ia pun memegang erat tangan Alvin hingga Dara pun tertidur dalam Sandaran lelaki yang dulu pernah mengisi hatinya itu.

     The girl's a fool
     She broke the rule
     She hurt him hard
     This time he will break down
     She's lost his trust
     And so she must
     Know all is lost
     The system has broke down
     Romance has broke down

This boy is crackin' up
This boy has broken down
This boy is crackin' up
This boy has broke down

Old Town ~ The Corrs

Apa yang aku rasakan saat ini, Aku hanya ingin mendengarkan seseorang menyanyikan lagu itu untukku sekarang.

Dan malam pun terasa kian hangat bersamaan dengan belaian lembut tangan Alvin serta pelukan yang memang sudah ia siapkan hanya untuk Dara.












~
Ya Sudahlah, Biarkan mereka berdua suruh melanjutkan cerita ini sendiri. Merekalah yang lebih tau,,,
HEART R BROKEN WHEN LOVE R UNSPOKEN

~end~
jkt 10.04 pm
25 Mei 2013@Taman Monas

No comments :

Post a Comment