Created by Nanang_grande
“…Selamat tinggal masa lalu”…
Klepp…
Ahul menutup keras mengakhiri tulisan di buku diarynya. Sepintas wajahnya terlihat tak berekspresi. Segudang kenangan mengalun pelan meninggalkan suasana hatinya. Yah memang itu, Ahul pun tak mengerti mengapa setiap kerinduannya menusuk keriuhan semua angannya.
Hari itu di Jogja begitu panas. Sesekali Ahul mengelap keringat wajahnya dengan sapu tangan bulu kesayangannya. Buku diary 2008 Ia selipkan dalam jaket biru kotak-kotak yang ia kenakan. Ahul pun segera melangkah menuju gerbong kereta yang akan membawanya ke kota sejuk nian Purwokerto.
Selamat tinggal Jogjaku
Maaf ku tak bisa terus memetik buah kenanganmu selalu
sampai detik ini Kau pun tak bisa membunuhku
Aku tak membencimu
Tapi tolong jangan temani aku dulu
Dan jangan rayu aku
~Ahul~
Sesampainya di stasiun Purwokerto, gadis cantik berkerudung Pink melambai ke arahnya. Ahul menghampirinya.
“Ini buat kamu, Mia”, Sebuah kantong bercorak batik segera Ahul berikan kepada gadis imut itu. “Aku sayang Kamu”, lanjut Ahul menatap mata Mia yang terlihat kaget.
“Ha…?!!”, kontan Mia seolah memang masih belum percaya akan apa yang baru saja Ia dengar itu.
“Aku ngga berharap lebih dari apa yang baru kamu dengar, hanya sebuah ungkapan yang nyata terhadapmu, Mia. Aku sangat merindukanmu”, Ahul memegang tangan Mia dan terus menatap matanya.
“Aku….Aku…”
“Psstt, udah jangan dilanjutkan jika kamu tak sanggup mengatakannya. Apa yang ada dalam benakku hanya sebuah sakit jika ku tak segera mengatakannya”, Ahul mengelus gadis itu.
“Aku ngga lama di sini, hanya untuk bertemu kamu. Kamu cantik…”, lanjut ahul menarik tangan Mia. Nampak senyuman manis Mia membahagiakannya.
Dan,,, Ahul pun segera pamit. Kereta menuju Jakarta telah menantinya. Lambaian mengiringi kepergiannya.
“Cause this is real, and this is good.
It warms the inside just like….”
Ringtone di HPnya sejenak mengalihkan perhatiannya. Sebuah nomor muncul bertuliskan “Mia quh” seolah menari-nari dalam lantunan lagu Melee~Built to Last.
“Klekk”, Hmm…, Ringtone itu telah mati sebelum sempat Ahul mengangkatnya
Selang berapa lama setelah sebuah pesan diterimanya.
“ I Love U too”, sebuah pesan singkat dari Mia yang tentunya membuat Ahul berbunga-bunga. Hingga larutnya malam mengantarkan Ahul menuju Jakarta untuk kehidupan yang lebih baik.
I’ve looked for love in stranger places,
But never found someone like you.
Someone whose smile makes me feel I've been holding back,
And now there's nothing I can't do
…
…
…
Cause you are the sun in my universe,
Considered the best when we've felt the worst
And most of all it's built to last
~Melee~
I Love U, Mia...Ahul Loves U
Pic by Yudith Harli Sulfan Paelongan
on the way to KOTA @KRL Ekspress, Monday, 14th Sept'09
“…Selamat tinggal masa lalu”…
Klepp…
Ahul menutup keras mengakhiri tulisan di buku diarynya. Sepintas wajahnya terlihat tak berekspresi. Segudang kenangan mengalun pelan meninggalkan suasana hatinya. Yah memang itu, Ahul pun tak mengerti mengapa setiap kerinduannya menusuk keriuhan semua angannya.
Hari itu di Jogja begitu panas. Sesekali Ahul mengelap keringat wajahnya dengan sapu tangan bulu kesayangannya. Buku diary 2008 Ia selipkan dalam jaket biru kotak-kotak yang ia kenakan. Ahul pun segera melangkah menuju gerbong kereta yang akan membawanya ke kota sejuk nian Purwokerto.
Selamat tinggal Jogjaku
Maaf ku tak bisa terus memetik buah kenanganmu selalu
sampai detik ini Kau pun tak bisa membunuhku
Aku tak membencimu
Tapi tolong jangan temani aku dulu
Dan jangan rayu aku
~Ahul~
Sesampainya di stasiun Purwokerto, gadis cantik berkerudung Pink melambai ke arahnya. Ahul menghampirinya.
“Ini buat kamu, Mia”, Sebuah kantong bercorak batik segera Ahul berikan kepada gadis imut itu. “Aku sayang Kamu”, lanjut Ahul menatap mata Mia yang terlihat kaget.
“Ha…?!!”, kontan Mia seolah memang masih belum percaya akan apa yang baru saja Ia dengar itu.
“Aku ngga berharap lebih dari apa yang baru kamu dengar, hanya sebuah ungkapan yang nyata terhadapmu, Mia. Aku sangat merindukanmu”, Ahul memegang tangan Mia dan terus menatap matanya.
“Aku….Aku…”
“Psstt, udah jangan dilanjutkan jika kamu tak sanggup mengatakannya. Apa yang ada dalam benakku hanya sebuah sakit jika ku tak segera mengatakannya”, Ahul mengelus gadis itu.
“Aku ngga lama di sini, hanya untuk bertemu kamu. Kamu cantik…”, lanjut ahul menarik tangan Mia. Nampak senyuman manis Mia membahagiakannya.
Dan,,, Ahul pun segera pamit. Kereta menuju Jakarta telah menantinya. Lambaian mengiringi kepergiannya.
“Cause this is real, and this is good.
It warms the inside just like….”
Ringtone di HPnya sejenak mengalihkan perhatiannya. Sebuah nomor muncul bertuliskan “Mia quh” seolah menari-nari dalam lantunan lagu Melee~Built to Last.
“Klekk”, Hmm…, Ringtone itu telah mati sebelum sempat Ahul mengangkatnya
Selang berapa lama setelah sebuah pesan diterimanya.
“ I Love U too”, sebuah pesan singkat dari Mia yang tentunya membuat Ahul berbunga-bunga. Hingga larutnya malam mengantarkan Ahul menuju Jakarta untuk kehidupan yang lebih baik.
I’ve looked for love in stranger places,
But never found someone like you.
Someone whose smile makes me feel I've been holding back,
And now there's nothing I can't do
…
…
…
Cause you are the sun in my universe,
Considered the best when we've felt the worst
And most of all it's built to last
~Melee~
I Love U, Mia...Ahul Loves U
Pic by Yudith Harli Sulfan Paelongan
on the way to KOTA @KRL Ekspress, Monday, 14th Sept'09

No comments :
Post a Comment